Kamis, 09 Desember 2010

lab fis

sdh berbulan-bulan kok g' selesai2ya.......?
cpe ja nic....1
semoga blan ini bisa beres dan ujian dengan sukses...!
amin...!

Antagonisme Pendidikan dengan gaya bank

Guru mengajar, MURID BELAJAR,
Guru tahu segalanya, murid TAK TAHU APA-APA,
Guru berfikir, murid DIFIKIRKAN,
Guru bicara,murid MENDENGARKAN,
Guru mengatur, murid DIATUR,
Guru memilih dan memaksakan,murid menuruti

KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING

KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING
Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah, bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli.
Agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial, dan moral-spiritual).Konseli sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming)yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, konseli memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan konseli tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut. Perkembangan konseli tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis maupun sosial. Sifat yang melekat pada lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup (life style) warga masyarakat.
Apabila perubahan yang terjadi itu sulit diprediksi, atau di luar jangkauan kemampuan, maka akan melahirkan kesenjangan perkembangan perilaku konseli, seperti terjadinya stagnasi (kemandegan) perkembangan, masalah-masalah pribadi atau penyimpangan perilaku. Perubahan lingkungan yang diduga mempengaruhi gaya hidup, dan kesenjangan perkembangan tersebut, di antaranya: pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat, pertumbuhan kota-kota, kesenjangan tingkat sosial ekonomi masyarakat, revolusi teknologi informasi, pergeseran fungsi atau struktur keluarga, dan perubahan struktur masyarakat dari agraris ke industri.Iklim lingkungan kehidupan yang kurang sehat, seperti : maraknya tayangan pornografi di televisi dan VCD; penyalahgunaan alat kontrasepsi, minuman keras, dan obat-obat terlarang/narkoba yang tak terkontrol; ketidak harmonisan dalam kehidupan keluarga; dan dekadensi moral orang dewasa sangat mempengaruhi pola perilaku atau gaya hidup konseli (terutama pada usia remaja) yang cenderung menyimpang dari kaidah-kaidah moral (akhlak yang mulia), seperti: pelanggaran tata tertib Sekolah/Madrasah, tawuran, meminum minuman keras, menjadi pecandu Narkoba atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya, seperti: ganja, narkotika,ectasy, putau, dan sabu-sabu), kriminalitas, dan pergaulan bebas (free sex).
Penampilan perilaku remaja seperti di atas sangat tidak diharapkan, karena tidak sesuai dengan sosok pribadi manusia Indonesia yang dicita-citakan, seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional (UU No. 20 Tahun 2003), yaitu:
(1) beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
(2) berakhlak mulia,
(3) memiliki pengetahuan dan keterampilan,
(4) memiliki kesehatan jasmani dan rohani,
(5) memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta
(6) memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Tujuan tersebut mempunyai implikasi imperatif (yang mengharuskan) bagi semua tingkat satuan pendidikan untuk senantiasa memantapkan proses pendidikannya secara bermutu ke arah pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Upaya menangkal dan mencegah perilaku-perilaku yang tidak diharapkan seperti disebutkan, adalah mengembangkan potensi konseli dan memfasilitasi mereka secara sistematik dan terprogram untuk mencapai standar kompetensi kemandirian.

Kamis, 25 November 2010

kebaikan hati

Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram JIKA ada orang lain yang merasa GEKISAH:
KETIDAKMAMPUAN untuk tetap merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman:
KETIDAKMAMPUAN untuk tetap berperasaan enak apabila seseorang sedang merasa gundah.....

Jumat, 12 November 2010

.....

JALAN AKAN LEBIH LUAS DAN MUDAH DENGAN ADANYA KAWAN SEPERJALANAN

Kamis, 11 November 2010

ITSUMO NANDO DEMO: KOMURA ZUMI

Hajimari no asa no shigukana mado
Zero ni naru karada mitasareteyuke.
Umi no kanatani wa mou sagasanai
Kagayakumono wa itsumo koko hi,
Watashi no naka ni mitsukerareta kara......


jendela yang diam saat pagi,
tubuh yang kosongpun mulai merasa bahagia,
Aku tak akan lagi mencari hingga melampaui laut dari sekarang,
yang ku cari adalah yang bercahaya,
dan ternyata selalu disini,
IA dapat ku temui dalam diriku SENDIRI........

Jumat, 05 November 2010

MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR

*BELAJARLAH,bahwa tindaklah penting apa yangkita miliki,tetapi yang penting adalah siapa diri kita ini sebenarnya.....
*BELAJARLAH,Bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi kita,ttp kita harus bertanggung jawabuntuk apa yang telah kita lakukan.....
*BELAJARLAH bahwa dua manusia dapat melihathal2 yang sama persis ,tetapi terkadang mereka melihatnya dari sudut pandang berbeda.....